DPR Terbelah Karena Kesesatan Berpikir Wakil Rakyat Artikel

DPR Terbelah Karena Kesesatan Berpikir Wakil Rakyat

Selasa, 4 November 2014

“Harusnya, lanjut Willy, masing-masing “kubu” bisa berdialog dengan lebih intensif untuk menjembatani kebuntuan komunikasi selama ini”

Hidayatullah.com–Gejolak di tubuh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya pasca pembentukan DPR tandingan belakangan ini menjadi sorotan publik.

Merespons isu strategis tersebut, Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) telah menggelar sebuah forum diskusi Lesehan Demokrasi di Sekretariat PP KAMMI, Jakarta, Sabtu (01/11/2014) malam.

Diskusi menghadirkan politisi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Willy Aditya didaulat sebagai pemantik dalam diskusi yang mengangkat tema “Kekuatan Perimbangan Parlemen dan Jalannya Pemerintahan Jokowi-JK”.

Bertindak sebagai moderator diskusi Irawan Malebra dari Bidang Kajian Publik PP KAMMI.
“Kegaduhan politik yang sedang terjadi mesti disikapi pula oleh gerakan mahasiswa selaku elemen bangsa. Oleh karena itu, melalui diskusi kali ini, KAMMI hendak menggali pandangan dari dua orang yang dianggap bisa mewakili KIH (Koalisi Indonesia Hebat) dan KMP (Koalisi Merah Putih),” kata Irawan.

Sedang Taufik Amrullah dari DPP Partai Amanat Nasional (PAN) berhalangan hadir. Namun demikian, diskusi tetap dilanjutkan.

Menanggapi situasi DPR kekinian, Willy Aditya mengatakan bahwa, hari ini Indonesia sedang terbelah. Peyebabnya, menurut Willy, ada kesesatan dalam berpikir yang kini menjangkit para wakil rakyat.

“Sesat pikir itu terlihat dari polarisasi anggota DPR menjadi KMP dan KIH. Lebih kacau lagi ketika ada DPR tandingan,” kata Willy.

Harusnya, lanjut Willy, masing-masing “kubu” bisa berdialog dengan lebih intensif untuk menjembatani kebuntuan komunikasi selama ini.

Selain itu, Willy mengajak para anggota dewan untuk kembali kepada khittahnya.

“Khittah seorang anggota dewan yang sedang menjabat ialah wakil rakyat, bukan lagi wakil partai. Sehingga, pada saat memperjuangkan sesuatu di meja,” tegasnya.

Di akhir pemaparan, Willy juga mengajak segenap mahasiswa untuk terus berperan aktif menguatkan masyarakat.

Agenda Lesehan Demokrasi itu dihadiri oleh puluhan personel PP KAMMI, kader KAMMI di sekitar wilayah Jakarta, serta tamu undangan dari gerakan mahasiswa lain.

“Ke depan, diskusi semacam ini dengan tema-tema berbeda akan dilaksanakan rutin secara berkala,” pungkas Irawan sebelum menutup acara.*/Nur Afilin (Humas PP KAMMI)

 

bengkulu RASIS Toleransi PILKADA Surya Paloh Willy Aditya NasDem Kepri Surya Paloh Politik Gagasan Yemmi Livenda Dara Wita Anastasia 35 31 Dukung Kenaikan BBM KIH Nasdem Joko Widodo KIH Susilawati Kepri Kepri Damai Selat Malaka Damai Aceh War of Position on Asia Pacific Region I Kecurangan Pilpres Siskamling Tugas TNI Melawan Bencana Filsafat Barat Filsafat Timur Virtue Kebajikan Militer dan masyarakat Sipil Satpol PP Kewarganegaraan Moral Dimensi Moral Partikelir Keamanan Kontraktor Kinerja Citra Pelayanan Polisi Perang Amerika Serikat Jendral Soedirman Restorasi Virtue Militer Ideologi Ideologi KKP Perdamaian Wajib Militer demokrasi Hak Warga negara Wajib Militer human security Konvensi Politik Modern Mitos Semangat Pencerahan Restorasi Kepartaian U-19 Timnas INS Minang Kabau Filsafat kerja Minang Kabau Dialektika Rantau Solidaritas Visual Ironi Takdir Indonesia Negara Maritim Indonesia Semangat Pemuda Pemuda Republikanisme Uniform Civilian SBY POLRI TNI Defence Study Pertahanan Keamanan Defence Study Pertahanan Keamanan Tanda Tiga Lima 35 Joko Widodo Jokowi indonesia restorasi restorasi indonesia Indonesia di jalan restorasi Martir Demokrasi Kenaikan Gaji Mentri Nasdem Willy Aditya Gubernur Sumatera Barat Gubernur Sumatera Barat Catatan Adiwijaya Camilo Alif Alif Camilo Adiwijaya Parlemen Politik DPR

Artikel Terkait

    0 Komentar Pada Artikel Ini

 

Tinggalkan Komentar