Kaum Hawa Langka dalam Pilkada Artikel

Kaum Hawa Langka dalam Pilkada

Metrotvnews.com, Jakarta

Pesta pemilihan kepala daerah serentak 2017 usai sudah. Di balik hiruk-pikuk perhelatan di 101 daerah itu, partisipasi politik perempuan tampak terpinggirkan. 

Dalam Pilkada 2017, jumlah perempuan yang mengikuti kontestasi sebanyak 44 calon (7,4%) dari total 614 calon dengan rincian, yakni 38 calon melalui jalur partai dan 5 calon via jalur perseorangan. Dari 44 calon, yang lolos dalam pilkada sebanyak 13 orang. 

Terkait hal itu, partai politik dinilai menjadi penyebab sedikitnya sosok perempuan dalam Pilkada 2017.

"Partai tidak berperan menciptakan perempuan politikus karena perempuan masih dianggap pelengkap penderita dalam politik," kata pengamat hukum tata negara Universitas Andalas Khairul Fahmi saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Menurut Khairul, UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu memang mewajibkan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30% pada kepengurusan partai politik tingkat pusat menjadi syarat kepesertaan pemilu. Namun, kewajiban itu tidak dibarengi sanksi.

"Sepanjang parpol tidak memberi fokus khusus untuk kaderisasi perempuan, proses pemilu dan pilkada masih akan gersang dari calon perempuan," tutur mantan Komisioner KPU Agam, Sumatra Barat ini. 

Senada, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengatakan kaderisasi dan rekrutmen perempuan di partai tidak sebaik laki-laki.

"Maka, tak heran semakin sulit bagi mereka (perempuan) merebut posisi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sangat terbatas jumlahnya," kata dia. 

Hal itu, kata Titi, masih ditambah tidak ada mekanisme afirmasi bagi perempuan dalam pelaksanaan pilkada seperti pada pemilu legislatif dengan kuota 30%. Langkah lainnya, lanjut Titi, memberikan aturan spesifik bagi peruntukan dana parpol.

"Dana tersebut paling sedikit 30% dialokasikan untuk pembiayaan aktivitas kaderisasi dan rekrutmen perempuan di dalam parpol," jelas Titi.

Belum maksimal

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan menilai keterwakilan perempuan dalam pilkada serentak tahun ini belum maksimal. Ia menepis jika ada intimidasi atau hambatan dari dalam parpol untuk kader perempuan. 

Namun, politikus Partai NasDem Willy Aditya menyebut tidak terjadi krisis keterwakilan perempuan dalam kontestasi Pilkada 2017. Calon kandidat yang diusung Partai NasDem, kata dia, menang di 8 dari 15 daerah. 
"Tidak krisis. Kecuali daerah-daerah yang sifatnya sangat patriarkal, seperti di Aceh dan Sumbar," terangnya. 
Dalam kontestasi pilkada, sambungnya, basis elektoral menjadi faktor utama NasDem untuk menjaring kandidat.

"Konsen kita bukan dia laki-laki atau perempuan. Kalau dia punya integrasi dan modal elektoral, pasti kita dukung," kata Wasekjen Partai NasDem ini. 

Politikus PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengatakan partainya menggunakan metode gotong royong dalam pendanaan calon. 

"Metode pemenangan PDI P adalah gotong royong. Seharusnya ini menjadi insentif bagi pasangan calon perempuan," ucapnya. 

Sumber Berita: http://pilkada.metrotvnews.com/news-pilkada/0kpOa6qb-kaum-hawa-langka-dalam-pilkada

 

bengkulu RASIS Toleransi PILKADA Surya Paloh Willy Aditya NasDem Kepri Surya Paloh Politik Gagasan Yemmi Livenda Dara Wita Anastasia 35 31 Dukung Kenaikan BBM KIH Nasdem Joko Widodo KIH Susilawati Kepri Kepri Damai Selat Malaka Damai Aceh War of Position on Asia Pacific Region I Kecurangan Pilpres Siskamling Tugas TNI Melawan Bencana Filsafat Barat Filsafat Timur Virtue Kebajikan Militer dan masyarakat Sipil Satpol PP Kewarganegaraan Moral Dimensi Moral Partikelir Keamanan Kontraktor Kinerja Citra Pelayanan Polisi Perang Amerika Serikat Jendral Soedirman Restorasi Virtue Militer Ideologi Ideologi KKP Perdamaian Wajib Militer demokrasi Hak Warga negara Wajib Militer human security Konvensi Politik Modern Mitos Semangat Pencerahan Restorasi Kepartaian U-19 Timnas INS Minang Kabau Filsafat kerja Minang Kabau Dialektika Rantau Solidaritas Visual Ironi Takdir Indonesia Negara Maritim Indonesia Semangat Pemuda Pemuda Republikanisme Uniform Civilian SBY POLRI TNI Defence Study Pertahanan Keamanan Defence Study Pertahanan Keamanan Tanda Tiga Lima 35 Joko Widodo Jokowi indonesia restorasi restorasi indonesia Indonesia di jalan restorasi Martir Demokrasi Kenaikan Gaji Mentri Nasdem Willy Aditya Gubernur Sumatera Barat Gubernur Sumatera Barat Catatan Adiwijaya Camilo Alif Alif Camilo Adiwijaya Parlemen Politik DPR

    0 Komentar Pada Artikel Ini

 

Tinggalkan Komentar