Partai Bertekad Mewujudkan Politik yang Membangun Peradaban Catatan

Partai Bertekad Mewujudkan Politik yang Membangun Peradaban

[JAKARTA] Sejumlahpartai politik menyatakan tekad untuk mewujudkan politik yang membangun peradaban. Kekuasaan memang harus diraih agar ideologi partai bisa

dijalankan, namun bukan berarti segala cara dihalalkan. Demikian rangkuman pendapat Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Nasdem Willy Aditya, politisi Partai Gerindra Sodik Mudhajid, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen)DPPPartaiDemokratHinca IPPandjaitan yang dihimpun SP di Jakarta, Selasa (12/9).

Menurut WillyAditya, di sebuah negara demokrasi, politik bisamembangun sebuah peradaban, namun di sisi lain juga bisa menghancurkan peradaban. Politik, ujarnya, harus

dianggap sebagai metode yang memanusiakan manusia dalam proses pertarungan meraih kekuasaan. Dikatakan, jauh sebelum dikenal sistemberpolitik, pertarungan keku- asaan tradisional dilakukan secara barbar untuk meraih kekuasaan. “Partai harus lahir denganmengedepankanpolitikgagasanyangmenjadi inti dari kompetisi dan kontestasi dalam politik, yang kita sering sebut sebagai pertarungan ideologis. Bukan pertarungan yang, misalnya, mengedepankan uang dengan cara-cara yang transaksional,” ujarnya.

Dia menegaskan, sejakdidirikan, Partai Nasdem mengantitesa situasi yang biadab tersebut dengan sebuah virtue (kebajikan) politik. Salah satu contohnyaadalahmenolakdana saksi yang menggunakan uang APBN dan menolak dana aspirasi anggota DPR yang menjadi pemborosan uang negara. “Sejauh ini, dari semua partai yang memiliki platform yang clear and clean , adalah Partai Nasdem dengan konsepsi restorasi Indonesia. Jadi, tidak hanya mengedepankan figur (citra ketokohan) semata,” katanya.

Menurut Willy, partai adalah pilar demokrasi dan keberadaannya adalah keniscayaan dalamkontestasi dalam demokrasi. Tugas sejarah partai tidak hanya berpolitik untuk semata-matameraih kekuasaan, namun juga berpolitik kerakyatan yang mengedepankan kepentingan jangka panjang, yaitu kesejahteraan, keadilan, dan kebahagiaan masyarakat. Bangun Peradaban Sekjen Partai Demokrat Hinca IPPandjaitanmenegaskan, partainya berkomitmen mewujudkan politik yang membangun peradaban. Menurutnya, meraih kekuasaan sepatutnya tidak menggunakan dan menghalalkan segala cara. “Bagi kami, arah perjuangan Partai Demokrat berada di rel mem- bangun demokrasi yang mekar untuk memastikan peradaban politik kita tetap terjaga. Hal itu kami tegaskan dalam etika politik yang bersih, cerdas, dan santun,” katanya. Dia menyatakan, etika tersebut dijunjung tinggi oleh setiap kader Partai Demokrat dalam menjalankan aktivitas politik. Etika itu bak lilin pemandu agar tetap setia memperjuangkan kekuasaan dengan cara yang baik dan benar. “Dalam bahasa sederhana kami, berpolitik baik-baik, taat asas, dan tunduk pada sistem hukum serta konstitusi,” tegasnya. Menurutnya, Partai Demokrat telah melakukan berbagai upaya untuk menghadirkan politik berkeadaban. Semua kader dipastikan memahami manifesto politik Demokrat. Pakta integritas sebagai penjaga moral para kader wajib ditandatangani. Pelatihandanpembekalan, lanjutnya, terus menerus dilaksanakan pada tingkat pusat, provinsi, kabupaten, kota, kecamatan, sampai ke desa dan kelurahan.Hincamenegaskan, tujuan utama parpol tidak selamanya hanya merebut kekuasaan. Demokrat yang memiliki fondasi politik nasionalis religius menjadikan demokrasi sebagai ruang publik bersama. Politisi Partai Gerindra Sodik Mudhajidmengatakan, peradaban di parpol itu dicirikan dengan adanya keadilan, demokrasi, kualitasgenerasi muda, supremasi hukum, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, penegakanHAM, tanpa korupsi, dan tidak ada kejahatan. Selain itu, juga soal kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi, pemerataan kekayaaan, serta pemerintahan yang efektif dan akomodatif.

“KomitmenPartaiGerindra terhadap peradaban adalah membangun setiapelemenperadaban,”ujarSodik. Menurutnya, ada sejumlah langkah yang sudah dilakukan partai untuk mewujudkan peradaban, seperti reformasi di berbagai UU bahkan merevisi UUD 1945, perjuangan menegakkan supremasi hukum, dan perjuangan memberantas korupsi dengan membentuk KPK.

Dikatakan, misi semua partai adalah mengambil kekuasaan untuk mewujudkan ideologi visi dan misinya. Ia menegaskan misi dan visi Partai Gerindra bukan hanya merebut kekusaaan. Dalam praktiknya, partai sering terlihat seolah mencari kekuasaan. “Publik bisa menghapus partai seperti itu dengan cara tidak memilihnya,” kata dia.

Sumber berita: http://sp.beritasatu.com/pages/e-paper/2017/09/12/files/assets/basic-html/page-6.html#

 

bengkulu RASIS Toleransi PILKADA Surya Paloh Willy Aditya NasDem Kepri Surya Paloh Politik Gagasan Yemmi Livenda Dara Wita Anastasia 35 31 Dukung Kenaikan BBM KIH Nasdem Joko Widodo KIH Susilawati Kepri Kepri Damai Selat Malaka Damai Aceh War of Position on Asia Pacific Region I Kecurangan Pilpres Siskamling Tugas TNI Melawan Bencana Filsafat Barat Filsafat Timur Virtue Kebajikan Militer dan masyarakat Sipil Satpol PP Kewarganegaraan Moral Dimensi Moral Partikelir Keamanan Kontraktor Kinerja Citra Pelayanan Polisi Perang Amerika Serikat Jendral Soedirman Restorasi Virtue Militer Ideologi Ideologi KKP Perdamaian Wajib Militer demokrasi Hak Warga negara Wajib Militer human security Konvensi Politik Modern Mitos Semangat Pencerahan Restorasi Kepartaian U-19 Timnas INS Minang Kabau Filsafat kerja Minang Kabau Dialektika Rantau Solidaritas Visual Ironi Takdir Indonesia Negara Maritim Indonesia Semangat Pemuda Pemuda Republikanisme Uniform Civilian SBY POLRI TNI Defence Study Pertahanan Keamanan Defence Study Pertahanan Keamanan Tanda Tiga Lima 35 Joko Widodo Jokowi indonesia restorasi restorasi indonesia Indonesia di jalan restorasi Martir Demokrasi Kenaikan Gaji Mentri Nasdem Willy Aditya Gubernur Sumatera Barat Gubernur Sumatera Barat Catatan Adiwijaya Camilo Alif Alif Camilo Adiwijaya Parlemen Politik DPR

    0 Komentar Pada Artikel Ini

 

Tinggalkan Komentar