Sejarahmu, Alif Catatan

Sejarahmu, Alif

1 November 2013 pukul 10:02

“Pa, apa kado untuk Alif?”

“Apa ya?”

“Doa aja ya Pa!”

Anakku, kesinilah, rapat dan peluk erat bapakmu. Bila doa itu yang kau minta sebagai kado ulang tahunmu. Mari, basuh muka, laku, dan hati. Kita susun jari-jari untuk bermunajad kepada Tuhan.

“Tuhan, terima kasih untuk segalanya! Ingatkan kami sebagai hambaMu yang sering alpa, untuk selalu mensyukuri nikmat yang Kau limpahkan!”

Anakku, enam tahun sudah kau tumbuh di tengah keluarga kita. Seperti cerita Franklyn si kura-kura yang sudah mandi sendiri, pakai sepatu dan baju sendiri, mengerti banyak warna serta tak luput berjoget ala Coboy Junior kesukaanmu.

Anakku, berhentilah sejenak, usap peluh di hidung dan jidadmu itu. Bapak kali ini ingin bersejarah padamu, tentang asal-usulmu. Tentang sabab-musabab, biar kau bisa menyusun ceritamu sendiri.“Anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra putri sang Hidup, yang rindu akan dirinya sendiri.” Begitulah pesan Khalil Gibran, anakku!

Sejarahmu, tak lepas dari para moyang yang melahirkan dan membesarkan aku dan emakmu. Kau adalah muara dari warni-warni darah dan dinamika yang membuncah sebagai takdir. Ada kasih sayang Bundo Kanduang dari nenekmu. Ada spontanitas Mandailing dari Opungmu. Ada jejak langkah Brawijaya dari Eyang Puterimu. Serta spirit penaklukan dari para pengembara Sriwijaya dari Datukmu.

Anakku, sejarah tak ubahnya seperti alam yang membentang, itulah garis yang ditakdirkan Tuhan. Setiap yang hidup memiliki rona dan warna sejarahnya masing-masing.

Anakku, sejarah adalah alas kehidupan dan pintu ke masa depan. Sebab selalu saja ada tanya dan selidik, kau dari negeri mana dan apa warna darahmu?

Anakku, bukan karena sejarah manusia jaya, bukan karena warisan manusia kaya, bukan karena tahta manusia mulia. Kejayaan, kekayaan, dan kemuliaan datang dengan keringat, darah, dan air matamu sendiri.

Seperti pintamu sebagai kado di hari ulang tahun ini, anakku. Bapak dan emakmu selalu mendoakan yang terbaik untukmu dan lingkunganmu. Carilah jalanmu, susunlah naskahmu, dan rebutlah mimpimu sendiri dengan cerita, laku dan ilmu yang kami beri.

Anakku, selagi hayat masih di kandung badan, belajarlah pada alam yang terkembang. Bukan karena si Buyung lahir dari Rumah Gadang atau bukan karena si Tole anaknya tuan Kebon besar yang akan menaklukkan dunia ini. Itu semua hanya pintu dan alas, anakku.

Anakku, seperti cerita Negeri 5 Menara, kejayaan, kekayaan, dan kemuliaan hanya untuk mereka yang bersungguh-sungguh dalam hidup ini.

Selamat ulang tahun ke-6, Alif Camilo Adiwijaya!

 

bengkulu RASIS Toleransi PILKADA Surya Paloh Willy Aditya NasDem Kepri Surya Paloh Politik Gagasan Yemmi Livenda Dara Wita Anastasia 35 31 Dukung Kenaikan BBM KIH Nasdem Joko Widodo KIH Susilawati Kepri Kepri Damai Selat Malaka Damai Aceh War of Position on Asia Pacific Region I Kecurangan Pilpres Siskamling Tugas TNI Melawan Bencana Filsafat Barat Filsafat Timur Virtue Kebajikan Militer dan masyarakat Sipil Satpol PP Kewarganegaraan Moral Dimensi Moral Partikelir Keamanan Kontraktor Kinerja Citra Pelayanan Polisi Perang Amerika Serikat Jendral Soedirman Restorasi Virtue Militer Ideologi Ideologi KKP Perdamaian Wajib Militer demokrasi Hak Warga negara Wajib Militer human security Konvensi Politik Modern Mitos Semangat Pencerahan Restorasi Kepartaian U-19 Timnas INS Minang Kabau Filsafat kerja Minang Kabau Dialektika Rantau Solidaritas Visual Ironi Takdir Indonesia Negara Maritim Indonesia Semangat Pemuda Pemuda Republikanisme Uniform Civilian SBY POLRI TNI Defence Study Pertahanan Keamanan Defence Study Pertahanan Keamanan Tanda Tiga Lima 35 Joko Widodo Jokowi indonesia restorasi restorasi indonesia Indonesia di jalan restorasi Martir Demokrasi Kenaikan Gaji Mentri Nasdem Willy Aditya Gubernur Sumatera Barat Gubernur Sumatera Barat Catatan Adiwijaya Camilo Alif Alif Camilo Adiwijaya Parlemen Politik DPR

Artikel Terkait

    0 Komentar Pada Artikel Ini

 

Tinggalkan Komentar